About Me

Menulis = Kegiatan Menyehatkan


Menulis = Kegiatan Menyehatkan. Banyak orang awam yang mengatakan bahwa menulis itu sangat sulit dan membingungkan bahkan takut akan menulis. Padahal menulis itu suatu hal yang mengasyikkan dan menyenangkan, disamping itu menulis memang banyak manfaatnya. Menulis bisa menjernihkan pikiran kita dari stees. Dengan menulis kita bisa menghilangkan rasa strees sehingga dengan banyak kita menulis semakin menyehatkan.  Menulis dapat di katakan menyehatkan karena dengan menulis dapat mengatasi trauma, membantu mendapatkan dan mengingatkan informasi baru, membantu memecahkan masalah dan yang paling menarik dengan menulis dapat membuat awet muda. Menulis setiap hari membuat kulit menjadi tetap segar dan saat bangun dapat meningkatkan aktivitas sel.
Ada fakta yang membuktikkan bahwa menulis dapat mengatasi trauma lihat kisah John Mulligan. Selama enam tahun, veteran perang Vietnam ini menjadi gelandangan di North Beach, San Fransisco. Pengalaman yang berdarah-darah di Vietnam membuat dirinya menjadi trauma. Jiwanya terluka dan hampa dalam menjalani hidup rasanya seperti orang-orang yang berada di jalanan berlalu-lalang tidak mempunyai pendirian. Akan tetapi hidupnya berubah total dan ia sama sekali tidak merasakan hidup yang hampa dan jiwanya sembuh seperti orang yang baru di lahirkan setelah mengikuti workshop kepenulisan yang diadakan oleh penulis masyhur, Maxine Hong Kingston. Sepulang dari workshop itu, ia memiliki paradigma baru, perasaan baru, dan kehidupan baru. Ia pun mulai menuliskan semua perasaannya. Ternyata itu membantunya untuk menghilang stress, kekusutan pikiran, dan beban hidupnya. Akhirnya menjadi seorang novelis. Penulis novel Shopping Cart Soldiers itu pun berkata; “menulis menghindarkan saya dari kegelapan hidup!” 
Menulis ternyata bukan sekedar media untuk menuangkan ide dan gagasan.  Sebagai sebuah terapi, menulis ternyata mampu meningkatkan kesehatan, mengokohkan kekuatan fisik, dan menjernihkan mental.  Logikanya, saat menulis orang tersebut berarti tengah mengasah otak kiri yang berkaitan dengan analisis dan rasional sehingga otak kanan akan bebas mencipta, mengintuisi, dan merasakan. Dari sinilah, manfaat menulis bagi kesehatan fisik dan mental tercipta. Selain itu, kegiatan menulis yang dilakukan secara rutin ternyata mampu memperbaiki kualitas hidup seseorang.  Nancy Morgan, seorang penulis klinis, menyimpulkan bahwa terapi dengan menulis untuk mencurahkan rasa ketakutan mendalam tentang penyakit, memiliki efek positif bagi penderita kanker.  Cara menulis ekspresif ini dapat memperbaiki kualitas hidup mereka dan separuh pasien yang menerapkannya ternyata dapat mengubah cara berpikir mereka tentang penyakit yang diderita. Studi lain dilakukan oleh James W. Pennebaker, guru besar psikologi University of Texas.  Hasil penelitiannya selama 15 tahun yang dituangkan dalam buku “Opening Up : The Healing Power of Expressing Emotions” mengungkapkan setidaknya ada tiga manfaat menulis, yakni  :
1.  Menulis dapat meningkatkan kekebalan tubuh,
2. Bercerita, juga lewat tulisan, dapat menyelesaikan separuh masalah psikis,
3. Menulis sebagai katarsis (pelepasan emosi/ketegangan).
Pennebaker juga menemukan bukti bahwa sel-sel T-limfosit para mahasiswa menjadi lebih aktif dalam rentang waktu enam pekan setelah mereka menulis peristiwa-peristiwa yang menekan.  Indikasinya terletak pada stimulasi sistem kekebalan tubuh.  Studi-studi lain juga menunjukkan bahwa setelah mengikuti latihan menulis maka orang cenderung lebih jarang mengunjungi dokter, bekerja lebih baik dalam tugas sehari-hari, dan memperoleh skor yang lebih tinggi dalam uji psikologi. Hal ini diamini pula oleh Hernowo.  Menurut penulis buku “Andaikan Buku Sepotong Pizza” ini, menulis dapat digunakan sebagai terapi mental.  Psikosomatis, gangguan psikis yang tampil dalam bentuk gejala-gejala fisik, seperti kepala pening, demam, nyeri tulang, dan mungkin flu akan berangsur-angsur hilang ketika Anda menuliskan apa yang menjadi beban pikiran Anda!  Tidak percaya?  Coba lihat pengalaman beberapa penulis berikut ini. Gatut Susanta, mengidap lima jenis penyakit yakni hepatitis, gagal ginjal, pengentalan darah, penyempitan pembuluh otak, dan infeksi kandung kemih.  Media Indonesia (24 Juli 2008) memberitakan bahwa penyakit yang dideritanya sejak Februari 2005 tersebut sembuh total dengan menulis setiap hari.  Kegiatan menulis membuat Gatut merasa tenang, menerima dengan ikhlas apa yang dialami, mensyukuri yang ia dapat, dan memberikan semangat luar biasa untuk sembuh.  Gatut akhirnya sembuh dari penyakitnya dan berhasil menulis lima belas buku!
Berbeda dengan  Asma Nadia, penulis senior di Forum Lingkar Pena, mengalami gegar otak pada usia tujuh tahun, sakit jantung, paru-paru, mempunyai lima tumor, dan empat belas giginya dicabut.  Asma sempat tidak bisa meneruskan kuliahnya karena sakit-sakitan.  Tapi apa yang masyarakat lihat sekarang?  Asma Nadia dikenal sebagai penulis produktif yang sehat secara fisik dan telah menulis sebanyak lima puluh buku!. Nah, jika penyakit berat saja bisa disembuhkan dengan terapi menulis.  Maka apalagi yang membuat kita ragu untuk menulis ketika kesedihan, kegalauan, dan kekalutan pikiran sedang datang menghampiri?  Mengutip kata-kata Paulo Coelho dalam The Al Chemist, “tulislah segala kesedihan (perasaan) yang mengganggu dalam selembar kertas dan melarungnya ke sungai, niscaya kesedihan atau kekuatiran kita akan sirna”. 

9 Manfaat Menulis Diari Sebagai Terapi Kesuksesan

9 Manfaat Menulis Diari Sebagai Terapi Kesuksesan

Menulis merupakan salah satu kegiatan yang paling spektakuler! Mengapa begitu? Banyak manfaat menulis yang bisa kita peroleh, termasuk sebagai terapi diri untuk meraih kesuksesan. Enggak percaya? Coba baca ulasan saya berikut ini. 

Terapi! Satu kata yang identik dengan penyembuhan diri dan proses pernormalan kembali suatu kinerja tubuh sebagaimana mestinya, baik yang bersifat fisik maupun psikis. Terapi identik dilakukan oleh ahli klinis, seperti dokter, psikiater, maupun psikolog. Terapi digunakan sebagai langkah untuk mengaktifkan kembali kinerja tubuh yang dianggap mempunyai masalah. Jadi, terapi dimaksudkan agar mempercepat proses penyembuhan yang dilakukan oleh para ahli klinis tersebut. 

Nah, kita pastinya mempunyai permasalahan dalam hidup, sedikit atau banyak. Masalah merupakan hal wajar yang dialami oleh setiap manusia. Jarang sekali ada orang yang tidak pernah mengalami masalah. Masalah akan membantu kita dalam mengembangkan diri dan membuat kita semakin survive (kemampuan bertahan hidup). Tidak ada hal berbeda yang dialami ketika kita menghadapi masalah. Perbedaannya terletak pada cara kita dalam menyelesaikan masalahnya. Banyak cara yang bisa digunakan untuk menyelesaikan sebuah masalah, salah satunya dengan menulis diari. 

Hal yang perlu kita sadari adalah, tidak setiap hal yang bermasalah saja yang memerlukan terapi. Terapi dapat dilakukan setiap saat agar kita dapat mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan, dan juga sebagai hal yang berguna untuk merefleksikan setiap hal yang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. 

Orang kadang tidak bisa merasakan ada masalah yang muncul sampai dengan adanya hal destruktif (merusak), yang membuat kehidupan seseorang itu tidak stabil. Diperlukan sebuah kepekaan atau kesadaran diri, agar kita dapat merasakan hal-hal yang kiranya membuat kita tidak nyaman, serta membuat sebuah masalah baru yang sering kali tidak kita sadari. 

Menulis diari ini merupakan kegiatan yang sangat populer bagi sebagian orang, mulai dari anak kecil sampai orang dewasa. Dan, yang membuat hal ini menarik, diari merupakan hal yang tidak asing dalam kehidupan sehari-hari. Sedari kecil kita dibiasakan oleh orang tua kita untuk menulis diari. Hal yang ditulis biasanya merupakan kejadian sehari-hari yang berkesan bagi kita. 

Pada waktu remaja pun, diari digunakan sebagai teman berbagi, sahabat, dan ajang untuk sharing semua peristiwa yang terjadi. Baik hal yang menyenangkan maupun saat-saat di mana seorang remaja mengalami rasa putus asa. Pada waktu dewasa, diari digunakan sebagi teman untuk menyelesaikan masalah, sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan, dsb. 

Sebagian orang menganggap, manfaat menulis diari adalah untuk menuliskan peristiwa unik dan berkesan agar dapat dikenang dikemudian hari. Sebenarnya, ini bukan pendapat yang salah. Namun, ada satu hal yang tidak kita sadari ketika menulis diari, yaitu sebagai terapi diri yang efektif. 

Mengapa dikatakan menulis sebagai terapi? Sebab, banyak manfaat menulis diari, yang dapat kita jadikan terapi diri secara berkala, yang berguna bagi pengembangan diri kita. Sebenarnya, ini bukan hal yang aneh lagi, karena dengan menulis diari kita bisa memetik banyak manfaat, antara lain: 

1. Menghilangkan stres 
Hal ini bisa dimengerti karena dengan menulis kita bisa mencurahkan perasaan kita tanpa takut diketahui orang lain. Tidak semua orang bisa dengan mudah menceritakan masalahnya pada orang lain. Hal ini tentu saja dipengaruhi oleh watak masing-masing orang. Pembagian kepribadian secara tradisional kita kenal ada dua, yaitu introvert dan ekstrovert. Introvert adalah orang yang memiliki tipe kepribadian tertutup, sedangkan ekstrovert adalah orang yang mempunyai kepribadian terbuka. Orang introvert tentu mengalami kesulitan dalam berbicara pada orang lain. Ini tentu saja mendatangkan kesulitan bagi orang introvert saat harus menyelesaikan masalahnya. 

Dan, menulis diari adalah solusi tepat bagi orang berkepribadian introvert dalam membantu menghilangkan stres serta mengurangi beban pikirannya. Orang dengan kepribadian ekstrovert tentu akan lebih mudah dalam berbagi dengan orang lain. Namun, bukan berarti orang ekstrovert tidak memerlukan diari sebagai bagian dari terapi. Justru orang dengan kepribadian ekstrovert akan lebih mudah terbuka dan merefleksikan segala yang terjadi dalam dirinya, lebih jujur, dan mudah menemukan berbagai sisi, yang membuatnya dapat menemukan solusi dalam pemecahan masalahnya. 

2 .Sebagai media merencanakan target yang ingin dicapai 
Diari dapat kita gunakan untuk merencanakan hal-hal apa saja yang ingin kita capai di masa yang akan datang. Perencanaan ini dimaksudkan agar kita dapat meraih target yang diharapkan secara konkret. Dengan menuliskan berbagai hal yang ingin dicapai, itu akan membantu kita dalam memompa semangat dan meraih target tersebut. Kita akan senantiasa teringat setiap kali membuka buku diari, dan merasa berkewajiban untuk segera meraih target. Melalui perencanaan dapat kita analisis kelemahan dan kekurangan kita, serta berbagai hal lainnya yang diperlukan dalam meraih target tersebut. 

3. Untuk menuliskan komitmen 
Komitmen merupakan hal pokok yang diperlukan oleh setiap orang dalam meraih segala tujuan. Peneguhan janji dalam bentuk komitmen ini diperlukan agar kita senantiasa mempunyai tekad yang kuat dalam meraih tujuan kita. Apa jadinya sebuah tujuan tanpa komitmen yang kuat? Berbagai rencana jitu dan ide brilian pun akan menjadi percuma, hanya karena kita tidak mempunyai komitmen. Di saat berbagai rintangan dan hambatan yang menyertai kita, maka hal yang perlu kita ingat agar tidak putus asa ditengan jalan, adalah komitmen awal kita dalam meraih tujuan. Dengan menuliskannya, kita akan selalu teringat akan janji awal kita, sekaligus sebagai tameng dalam setiap kendala yang ada. 

4. Sebagai pengontrol target 
Menuliskan setiap perkembangan atas semua pencapaian target merupakan langkah selanjutnya setelah kita merencanakan dan berkomitmen dalam meraih setiap target kita. Menulis akan membantu kita dalam melihat hasil dari proses pencapaian usaha, yang kita lihat dengan target yang ingin kita capai. Dengan begitu, kita akan mudah mengetahui arah perkembangan kemajuan yang kita capai. Mengontrol setiap perkembangan yang dicapai akan membuat kita tidak menyimpang dari tujuan semula. Sering kali, dalam pencapaian suatu tujuan, di tengah jalan kita menemukan banyak pengembangan gagasan maupun ide. Hal ini tidaklah salah. Namun, terlalu banyak pengembangan justru semakin mengaburkan tujuan semula, dan arahnya pun menjadi tidak fokus. Oleh karena itu, diperlukan sebuah alat kontrol yang tepat dalam mencapai target yang diharapkan, yaitu diari. 

5. Alat memformulasikan ide baru 
Setelah menuliskan setiap perkembanngan yang terjadi dalam diari, tentu kita dapat melihat berbagai hal yang akan membuat kita menjadi lebih jeli dalam melihat segala hal yang terjadi. Ide dan rencana awal yang kita buat belum tentu sesuai dengan kondisi yang ada. Kondisi ini tentu saja membuat kita perlu menambah berbagai rencana baru yang sesuai dengan kondisi yang ada. Berarti, kita perlu menuliskan atau memformulasikan ide-ide atau gagasan yang baru. Hal ini dimaksudkan agar kita lebih mudah dalam menyelesaikan setiap permasalahan dan mengatasi kekurangan yang ada, sehingga akan lebih mudah pula dalam mencapai target kita. 

6. Sebagai gudang inspirasi 
Diari adalah tempat untuk menuliskan berbagai ide yang muncul supaya memudahkan kita dalam menemukan solusi baru yang lebih efektif dalam menyelesaikan sebuah masalah. Diari adalah sumber inspirasi bagi pemunculan ide-ide baru. Ide baru yang muncul tentang cara mencapai target, komitmen, maupun mimpi baru yang ingin kita capai, tidak boleh dianggap remeh. Oleh karena itu, jangan pernah menyepelekan sebuah ide, meskipun pada awalnya kita menganggap ide itu tidak relevan dengan kenyataan. Tapi, bisa jadi ide awal tersebuat menjadi pemantik atau inspirasi bagi kita untuk menemukan sebuah solusi yang kreatif. 

7. Alat penyimpan memori 
Kemampuan manusia untuk mengingat peristiwa, pengetahuan, maupun hal unik lainnya tentu terbatas. Orang tentu tidak dapat mengingat semua kejadian yang berlangsung dalam hidupnya sekaligus. Bahkan, manusia jenius sekalipun tentu mengalami kelupaan untuk beberapa peristiwa dalam hidupnya. Keakuratan data dan peristiwa secara detail tidak dapat diingat oleh manusia secara persis. Maknya, diperlukan pencatatan supaya memudahkan kita dalam melakukan proses rehearsal (mengingat kembali memori yang kita simpan), dan mengambil hikmah atas setiap kejadian, karena tentu ada hikmah yang dapat kita petik dan dijadikan pelajaran berharga. 

8. Alat memudahkan penyelesaian masalah 
Setiap permasalahan yang berhasil kita selesaikan akan melatih kita dalam menyelesaikan masalah berikutnya. Cara penyelesaian masalah itu bisa saja menjadi acuan kita dalam menyelesaikan masalah serupa atau yang hampir sama. Memang, solusi atas sebuah permasalahan tidak dapat kita jadikan solusi atas masalah yang lainnya. Namun, setidaknya kita bisa mempelajari teknik pengambilan keputusan yang telah kita buat, dan supaya hal itu mempermudah kita dalam menyelesaikan masalah lainnya. 

9. Sebagai media refleksi dan kebijkasanaan 
Menuliskan segala perasaan, masalah, dan konflik yang terjadi dalam hidup akan membuat orang semakin bijaksana. Karena, dengan menulis diari kita akan belajar berkompromi dengan setiap masalah yang ada. Belajar memahami masalah dan tidak sekadar mengutamakan ego semata. Semakin banyak kita melibatkan proses menulis dalam menghadapi permasalahan, kita akan semakin peka, tidak terburu-buru, bijakasana, dan mampu menggunakan kepala yang dingin ketika memutuskan sesuatu. Karena, terkadang kita tidak dapat melihat masalah dengan jelas jika kita tidak memetakannya dalam tulisan. Dengan menulis, segala sisi persoalan akan terlihat lebih jelas, dan itu memudahkan kita dalam mencari solusinya. 

Membiasakan menulis diari akan membuat kita lebih jeli dan terlatih dalam merumuskan dan menyelesaikan sebuah permasalahan. Sehingga, kita tidak akan terjebak pada satu masalah yang ada, tidak merasa tertekan, dan tidak menimbulkan distress (stres yang berakibat negatif bagi diri kita). Kita harus jeli dalam menghadapai masalah supaya bisa mengelola stres tersebut menjadi ustress (stres yang positif). 

Jika kita berhasil mengelola stres negatif menjadi stres positif, kita bisa mengelola sisi kognitif (memori) dan sisi afektif (perasaan) sehingga sisi psikis kita tidak mengalami masalah yang berarti. 

Berbagai manfaat menulis diari di atas sama faedahnya dengan terapi. Karena, terapi mempunyai fungsi sebagai media penyegaran dan penormalan kembali segala aktivitas tubuh. Oleh karena itu, terapi diri melalui menulis ini akan membuat kita semakin mudah mencerna segala permasalahan dengan lebih mudah dan efektif. Dengan begitu, maka akan mengurangi tingkat stres yang tentu saja mengganggu kinerja tubuh kita. 

Ketika kita berhasil memecahkan sendiri masalah kita lewat menulis, sesungguhnya kita tidak membutuhkan psikiater maupun psikolog. Psikiater akan membantu kita menyelesaikan permasalahan dari segi medis, sedangkan psikolog akan mendengarkan dan membantu kita dalam mencari solusi yang tepat bagi diri kita sendiri. Yah, jadi kita sendirilah yang harus mencari solusi terbaik atas setiap permasalahan kita, karena kita juga yang lebih tahu akan kondisi sendiri. Orang lain hanya bertugas sebagai pendengar yang baik dan membantu kita agar dapat menemukan solusi sendiri, bukan mencarikan solusi bagi diri kita. 

Test Psikologi

Test Psikologi

Sebenarnya ini bukan hasil karya sendiri, tapi saya dapatkan dari mengcopy blog orang lain.
yah.. itung-itung menambah pengetahuan dan koleksi pribadi dari pada ilang. hehe...sekalian juga sebagai tambahan informasi bagi para pembaca.
Test psikologi situasi (bagus untuk dicoba, Selamat Mencoba ..... :)
Jangan lupa siapkan pulpen dan kertas, 'n jgn liat jawaban yang di bawah dulu yach.... ok
Good luck..







Situasi: Kamu berada di dalam hutan... saat berjalan kamu melihat gubuk tua di sana.
(1) Apa kondisi pintu gubuk? (Terbuka/Tertutup)
Kamu masuk ke dalam gubuk dan melihat sebuah meja...
(2) Apa bentuk meja tersebut?
(Bulat/Oval/Segiempat/Bujursangkar/Segitiga)
Di atas meja, ada sebuah pot bunga... di dalamnya ada air
(3) Berapa banyak air yang terisi? (Penuh/Setengah/Kosong)
(4) Dan pot tersebut terbuat dari apa?
[(Kaca/Porselen/Tanah)(Besi/Plastik/Kayu)]
Kamu berjalan keluar gubuk... saat berjalan kamu melihat sebuah air terjun dari jauh... ada air yang mengalir ke bawah...
(5) Seberapa cepat airnya terjun ke bawah? (Pilih sebuah angka dari 0 sampai 10)
Kamu terus melangkah... kamu menginjak sesuatu yang keras di tanah...saat kamu melihat ke bawah... kamu melihat kilauan warna emas. kamu membungkuk dan mengambilnya... itu adalah gantungan kunci dengan kunci-kuncinya...
(6) Ada berapa banyak kunci yang kamu lihat di gantungan kunci tersebut?
(Pilih sebuah angka dari 1 sampai 10)
Kamu terus melangkah... coba mencari jalan keluar dari hutan...tiba-tiba kamu melihat sebuah kastil.
(7) Bagaimana kondisi kastil tersebut? (Tua/Baru)
Kamu memasuki kastil dan melihat sebuah kolam berisi air, tampak kotor dan di dalam tampak batu-batu permata berkilauan...
(8) Apakah kamu akan mengambil batu permata itu? (YA/TIDAK)
Di samping kolam tadi... ada kolam yang lain... dengan air yang bersih dan di permukaan tampak uang kertas mengambang...
(9) Apakah kamu akan mengambil uang tersebut? (YA/TIDAK)
Berjalan sampai ujung kastil ada sebuah pintu keluar... And melewatinya dan berjalan keluar kastil; Di luar, ada sebuah taman besar, kamu melihat sebuah kotak di atas tanah. 
(10) Apa ukuran kotak tersebut? (Kecil/Sedang/Besar)
(11) Terbuat dari apakah kotak tersebut? (Karton/Kertas/Kayu/Besi)
Ada sebuah jembatan di taman agak jauh dari kotak,
(12) Terbuat dari apakah jembatan itu? (Besi/Kayu/Rotan)
Di seberang jembatan, ada seekor kuda. 
(13) Apakah warna kuda tersebut?
(Putih/Abu-abu/Coklat/Hitam)
(14) Apa yang sedang dilakukan kuda? 
(Diam/Memakan Rumput/Lari ke sana kemari)
OH TIDAK!!! Sebuah tornado datang... jaraknya agak jauh dari kuda. kamu punya 3 pilihan:
(i) lari dan bersembunyi di dalam kotak?
(ii) lari dan bersembunyi di bawah jembatan?
(iii) lari ke arah kuda, menaikinya dan memacu kudanya sejauh mungkin?
Berikut adalah penjelasannya:
(1) Pintu: 
Pintu Terbuka - kamu orang yang suka sharing 
Pintu Tertutup - kamu orang yang suka menyimpan segalanya untuk diri sendiri
(2) Meja: 
Bulat/Oval - teman manapun yang datang, kamu akan terima dan mempercayai mereka sepenuhnya 
Bujursangkar/Segiempat - kamu agak pemilih soal teman dan hanya berteman dengan mereka yang selevel dengan kamu 
Segitiga - kamu sangat pemilih soal teman dan kamu tidak punya banyak teman di kehidupan kamu 
3) Air di dalam pot: 
Kosong - hidup kamu kosong 
Setengah Terisi - apa yang kamu inginkan dalam hidupmu cuma setengah terpenuhi 
Penuh - hidup kamu terisi penuh dan ini sangat baik bagimu
(4) Bahan baku pot: 
Kaca/Tanah/Porselin - kamu lemah dalam hidup ini dan cenderung rapuh 
Besi/Plastik/Kayu - kamu kuat dalam hidup ini
(5) Aliran air terjun: 
0 - tidak ada gairah seks 
1 ke 4 - gairah seks rendah
5 - gairah seks rata-rata 
6 ke 9 - gairah seks tinggi 
10 - gairah seks tinggi!!! Tidak bisa hidup tanpa seks...
(6) Kunci: 
1 - kamu punya satu teman baik dalam hidupmu 
2 ke 5 - kamu punya sedikit teman baik dalam hidupmu 
6 ke 10 - kamu punya banyak teman baik
(7) Kastil: 
Tua - menunjukkan bahwa hubungan terakhir kamu tidak baik dan tidak kamu ingat dalam memorimu 
Baru- hubungan terakhir kamu baik dan masih hangat dalam memorimu
(8) Batu permata: 
YA - ketika pasanganmu di dekat kamu, kamu akan melirik yang lain. 
TIDAK - ketika pasanganmu di dekat kamu, kamu akan berada di dekat dia terus
(9) Uang kertas: 
YA - bahkan ketika pasangan kamu tidak ada, kamu masih akan melirik yang lain. 
TIDAK - bahkan ketika pasangan kamu tidak ada, kamu masih memikirkan dia dan akan tetap setia padanya, tidak melirik yang lain.
(10) Ukuran kotak: 
Kecil - ego kecil 
Sedang - ego rata-rata 
Besar - ego tinggi
(11) Bahan baku kotak: 
Karton/Kertas/Kayu(tidak berkilauan) - kepribadian rendah hati 
Besi - kepribadian tinggi hati
(12) Bahan baku jembatan: 
Jembatan Besi - punya ikatan yang sangat kuat dengan teman-temanmu 
Jembatan Kayu - ikatan dengan tidak teman-temanmu tidak begitu kuat/sedang-sedang saja 
Jembatan Rotan - kamu tidak punya ikatan dengan teman-temanmu
(13) Warna kuda: 
Putih - kamu benar-benar suka/mencintai pasanganmu
Abu-abu/Coklat - kamu hanya setengah suka/cinta pasanganmu 
Hitam - kamu tidak benar-benar suka/cinta pasanganmu
(14) Apa yang sedang dilakukan kuda: 
Diam/Makan rumput - pasanganmu type rumahan dan orang yang sederhana 
Lari kesana-kemari - pasanganmu type yang liar 
Ini bagian paling akhir tapi yang paling penting dari test ini. 
Di akhir cerita... tornado datang... Apa yang akan kamu lakukan? 
Hanya ada 3 pilihan:
(i) lari dan bersembunyi di dalam kotak?
(ii) lari dan bersembunyi di bawah jembatan?
(iii) lari ke arah kuda, menaikinya dan memacu kudanya sejauh mungkin?

Apa yang kamu pilih? 
Arti simbol-simbol di atas sebagai berikut: 
Tornado -masalah-masalah dalam hidupmu 
Kotak - kamu 
Jembatan - teman-temanmu 
Kuda - pasanganmu
(i) Jadi, kalau kamu pilih kotak, artinya kamu suka menyimpan 
masalah-masalahmu untuk dirimu sendiri, kapanpun kamu ketemu masalah.
(ii) atau jika kamu pilih jembatan, kamu akan mencari teman-temanmu 
kapanpun kamu ketemu masalah.
(iii) atau yang terakhir jika kamu memilih kuda, kamu akan mencari pasanganmu kapanpun kamu ketemu masalah.

Label

Entri Populer

Pengikut

 
Copyright© 2011 Annisa saja | Template Blogger Designer by : Utta' |
Template Name | Uniqx Transparent : Version 1.0 | Zero-Nine.Net